Halaman

Rabu, 25 April 2018

Mencari Allah di dalam Shalat


ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ 

Barang siapa shalat tidak melihat Tuhan, maka shalatnya tidak sah.
Tetapi barang siapa yang mengatakan dia melihat Tuhan ada bentuknya, maka orang itu fasik, tujuh kali kafir orang yang kafir.
Sesungguhnya kami tidak menyembah, apa yang tidak kami ketahui!
“Bukan sembarang yang melihatKu dapat melihat WajahKu, tetapi yang telah melihat WajahKu itulah yang sungguh-sungguh telah melihatKu. Jika engkau melihatKu dalam suasana kenikmatan, berarti engkau sudah melihat WajahKu, dan siapa melihatKu tidak dalam kenikmatan berarti tidak melihat WajahKu.

Tersebutlah tentang Ja'afar bin Muhammad (As-Shadiq) dalam rangkaian ucapannya ketika ditanya: "Apakah engkau melihat Allah disaat menyembah-Nya? Beliau menjawab: "Aku telah melihat Allah kemudian aku menyembah-Nya "Bagaimana engkau telah melihat-Nya" Beliau menjawab: "Tiada Ia dapat dilihat dengan mata, karena terbatasnya penglihatan, akan tetapi dengan penglihatan hati yang dapat memandang penuh dengan kebenaran dan keyakinan."
Dan ayat Al-Qur'an ini perlu direnung secara mendalam: "Sesungguhnya bukan matanya yang buta, tetapi hatinya yang ada didalam rongga dadanya." (QS. Al-Haj 22:46)

Orang bertanya kepada Nabi SAW: “Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang lebih baik?” Maka Nabi SAW menjawab: “Ilmu mengenai Allah ‘Azza wa Jalla (Maha Mulia dan Maha Besar). Bertanya lagi orang itu: “Ilmu apakah engkau kehendaki?” Nabi saw menjawab: “Ilmu mengenai Allah SWT. ’Berkata orang itu lagi: “Kami bertanya tentang amal, lantas engkau menjawab tentang ilmu’. Maka Nabi SAW menjawab: “Bahwa sedikit amal adalah berfaedah dengan disertai ilmu mengenai Allah. Dan bahwa banyak amal tidak berfaedah bila disertai kebodohan mengenai Allah SWT”.

Syekh Abdul Qadir Al-Djaelani r.a. Raja Segala Wali, satu kali ingat Allah serupa dengan amalan orang yang beribadat 40 tahun.Abu Yazid Al-Bistami Guru Segala Wali, dua kali ingat Allah serupa dengan amalan orang yang beribadat 80 tahun dan Nabi Khidir a.s. Mengurus hal-hal kewalian. Tiga kali ingat Allah sama dengan amalan orang yang beribadah 120 tahun. Dan ini tiada berlaku kecuali dengan shalat!
Shalat mengenal shalat. Shalat pula yang mengenal Allah tidak akan dikenal tanpa shalat.

Berkata seorang Sufi: ’’Tidak ada orang yang dapat menilai jalan kerohanian kecuali mereka yang duduk didalam Ma'rifat (pelajaran mengenal Allah). Ramai yang mengakui sudah mencapai Ma'rifat karena hanya pandai bercerita atau hanya membaca buku-buku ma'rifat, tetapi tidak memahami MA'RIFAT. Ilmu Syariat itu lebih nyata dan bersifat dzahir, oleh itu ramai orang dapat menilai Syariat tetapi ilmu Syariat adalah untuk manusia dan bukan untuk disisi Allah Ta’ala.’’
Tahukah kamu siapakah yang dikatakan ulama pewaris ilmu Nabi-Nabi? Yaitu ulama yang mengetahui pelajaran Dzahir dan Bathin. Dan yang Dzahir itu Syariat dan yang Bathin itu Thariqat. Andaikata ada padanya Syariat dan Thariqat tiada halangan baginya untuk mencapai Haqiqat yaitu manusia golongan Wali, sedangkan pelajaran Wali-Wali adalah Ma'rifat.

Sesiapa yang memusuhi Wali-Wali-Ku, akan Aku umumkan perang kepadanya.
Sejauh manakah manusia dapat mengakui dirinya sebagai Tuhan?
Sudahkah dia mengenal ROH (haqiqat dirinya)? Kalau belum mengenal jangan sekali-kali berani mengakui sudah mengenal Allah SWT.

Ada 73 jalan thariqat yang semuanya masuk Neraka kecuali satu jalan yaitu pegangan Ahli Sunnah wal Jamaah. Mereka adalah yang berpegang kepada Al- Qur'an dan Hadits.

Barangsiapa mengikuti jalan Muhammad dan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad saw akan selamat dunia akhirat.
Berkata Yazid Ar-Riqasyi: ”Adalah shalat Rasulullah saw itu sama seolah-olah sudah ditimbang”

Bersabda Nabi SAW: ”Sesungguhnya dua orang dari umatku, keduanya berdiri kepada shalat, dimana ruku’ dan sujud keduanya itu satu. Dan diantara shalat keduanya itu adalah diantara langit dan bumi”.

Allah SWT itu tersembunyi daripada kamu tetapi rahasia-Nya ada pada kamu dan ada pada semua makhluk dialam ini, tetapi rahasia itu sendiri dirahasiakan daripada kamu dan jika kamu mengetahui rahasiamu, menjadi tanggungjawabmu untuk memahami dan mempelajari bagaimana rahasiamu itu digunakan untuk memahami rahasia-Nya.

Muhammad itu rahasia-Ku (Allah) dan
Aku (Allah) adalahRahasia Muhammad. Hanya dua raka'at shalat yang sampai kepada Allah SWT. Ada tujuh pintu langit hanya dua pintu yang melihat Akhirat.

Diciptakannya manusia adalah untuk beribadah.

Orang yang shalat bercita-cita masuk Syurga adalah orang yang bodoh, tetapi orang yang shalat tidak masuk Syurga adalah orang yang sesat.

Yang dinamakan sesat bukan hanya orang yang tidak mempercayai adanya Allah, tetapi yang lebih sesat ialah orang yang tidak mengetahui dan menjumpai Allah dikala dia shalat, apalagi dikala nafas terakhirnya, andaikata tidak juga ia mengetahui jalan untuk kembali kepada Allah, maka itu lebih sesat lagi.

Kebanyakan orang yang shalat yang sangat dijaganya ialah kebagusan bacaannya dan tertibnya rukun shalat. Tetapi sedikitpun dia tidak memikirkan bagaimana shalatnya itu dapat terus sampai kepada Allah tanpa perantaraan malaikat.

Jangan menyangka Neraka itu hanya didekatkan pada manusia yang nyata melakukan maksiat, tetapi Neraka juga akan didekatkan pada manusia yang beramal ibadah (shalat) tanpa ilmu.

Waktu anda ruku dan sujud dalam shalat dibentangkan jembatan siratulmustaqim didalam diri anda yang menghubungkan dunia dengan akhirat, tetapi tiada seorang pun yang berjalan diatasnya ketika shalat karena tidak mengetahui yang manakah dikatakan jembatan siratulmustaqim yang berada didalam diri manusia.

Baitullah itu ada pada diri manusia. Barangsiapa shalat tidak memasuki baitullah yang ada pada dirinya, maka shalatnya tidak menghasilkan apapun, apalagi shalat itu sampai kepada Allah.

Banyak orang yang pandai, tapi sedikit yang mengetahui, dari yang mengetahui pula sedikit yang

memahami, daripada yang memahami, sedikit pula yang mendalami, daripada yang mendalami sedikit saja yang sampai kepada haqiqat beriman!

Yang dinamakan sesat bukan hanya orang yang tidak mempercayai adanya Allah, tetapi yang lebih sesat ialah orang yang tidak mengetahui dan menjumpai Allah dikala dia shalat, apalagi dikala nafas terakhirnya, andaikata tidak juga ia mengetahui jalan untuk kembali kepada Allah maka itu lebih sesat lagi.

Telah berkata setengah arifin (ahli ilmu ma'rifat yaitu ilmu mengenal Allah Ta’ala): “Orang yang tidak mempunyai bagian dari ilmu mukasyafah ini, aku takut akan buruk kesudahannya (tidak memperoleh husnul-khatimah).sekurang-kurangnya bagian daripadanya ialah membenarkan ilmu itu dan tunduk kepada ahlinya.

Paling tinggi yang diperbolehkan hanya dapat dikatakan bahwa hati (al-qalb) itu suatu dzat (jauhar) yang amat bernilai,suatu mutiara yang amat mulia.lebih mulia dari segala benda yang dapat dilihat dengan mata. Dia itu, urusan ketuhanan (amrun ilahi), seperti firman-Nya: “Dan ditanyakan mereka akan engkau (Muhammad) tentang roh, maka jawablah: Roh itu urusan Tuhanku (min amri rabbi)”. (QS. Al-Isra : 85.)

Seluruh mahluk dihubungkan (mansubah) kepada Tuhan. Tetapi hubungan roh kepada-Nya adalah lebih

mulia dari hubungan seluruh anggota badan yang lain. Kepunyaan Allah seluruhnya makhluk dan roh.

Roh lebih tinggi dari makhluk yang lain. Dzat yang amat bernilai itu yang membawa amanah Allah, suatu tugas yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi dan bukit bakau tetapi enggan menerimanya dan takut kepada dzat yang bernilai itu . AMANAH ALLAH ITU IALAH SHALAT

Inilah ilmu tersembunyi yang dimaksud oleh Nabi SAW dengan sabdanya: ”Sesungguhnya sebagian dari ilmu itu 

seakan keadaan tertutup yang tidak diketahui selain oleh ahli yang mengenal (ma'rifat) akan Allah Ta’ala. Apabila mereka mempercakapkannya maka tidak ada yang tidak mengerti selain dari mereka yang sudah tertipu, jauh dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu janganlah kamu menghina seorang yang berilmu, yang dianugaerahi oleh Allah Ta’ala ilmu tersebut. Karena Allah Ta’ala sendiri tidak menghinakannya karena telah dianugaerahi ilmu tersebut." (HR. Abu Abdirrahman As-salami dari Abu Hurairah, isnad daif)
Berkata penyair:

Apakah saya hamburkan mutiara,
Dihadapan pengembala domba?
Lalu jadilah dia tersimpan,
Dalam gudang penternak hewan?
Mereka itu tidak tahu.
Akan harga mutiara.
Dari itu saya tidak mahu,
Menggantungkannya pada leher
mereka…….
Kalau kiranya Tuhan,
Mencurahkan belas kasihan
Lalu terjumpa ahli ilmu pengetahuan.
Saya akan siarkan ilmu bermanfaat,
Saya akan memperoleh cinta
mahabbah,
Kalau tidak begitu………
Biarlah tersimpan dan tersembunyi dalam dadaku!
Memberikan ilmu kepada orang bodoh
Adalah mensia-siakannya.
Tak mahu memberikannya kepada yang berhak, adalah menganiayakanya.