Halaman

Rabu, 02 Oktober 2013

Ruhul Qudus

Ruhul Qudus


Katakanlah: "Ruhul Qudus menurunkannya dari Rabbmu dengan Al-Haqq, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. 16:102)

Ruhul Qudus berasal dari kata Ruh dan al-Quds. Ruh berarti ruh dan al-Quds adalah salah satu sifat Allah yang berarti Maha Suci. Berarti secara sederhana Ruhul Qudus berarti adalah Ruh Sang Maha Suci.

Ia (ruh) telah ada, bersemayam dalam diri tiap manusia. Hal ini diberikan-Nya ketika seorang manusia masih dalam kandungan bundanya.

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. 32:9)

Karena itulah, sesungguhnya tiap manusia punya potensi untuk menjadi citra Allah di muka bumi ini, karena di dalam dirinya bersemayam Ruh-Allah. Hal ini pulalah yang menyebabkan kenapa Allah mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia, karena sesungguhnya ia dapat (berpotensi) menjadi citra dari-Nya.

Menyertai keberadaan sang Ruh, Allah menyertakan pula keberadaan hawa nafsu dan syahwat ke dalam diri manusia, yang berfungsi sebagai kuda tunggangan sekaligus menjadi ujian bagi manusia.

Setelah lahir ke mukam bumi, kebanyakan manusia melakukan aktifitasnya berdasarkan hawa nafsu dan syahwatnya yang masih liar. Imam al Ghazaly dalam kitab Sabar mengatakan bahwa masa kanak-kanak adalah masa seorang manusia sebagaimana binatang, ia hanya mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsu dan syahwatnya yang masih liar. Akibatnya tanpa disadarinya hatinya tertutup oleh noda-noda dosa, sehingga menutupi cahaya Ruh-Allah dalam memberi bimbingan dan pengetahuan kepada Sang Jiwa.

Ketika seorang manusia mulai beranjak remaja, akal otaknya mulai berfungsi, maka disinilah titik mula seseorang baru dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Saat inilah seorang manusia baru akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya. Namun pada saat ini pula manusia akan mendapatkan bahwa hatinya tertutup oleh noda-noda, sehingga Ruh-Allah yang bersemayam dalam dirinya tertutup.

Seorang yang mengisi akal otaknya dengan ilmu yang baik dan benar, akan menuntunnya kepada proses taubat, iman dan amal shalih. Akibat proses taubatan nasuuha ini, menyebabkan Allah mencurahkan rahmat-Nya, berupa cahaya yang menyebabkan hati yang gelap gulita menjadi sedikit demi sedikit luruh noda-noda yang menutupinya, dan menjadi terang benderang. Proses ini adalah proses yang panjang, yang penuh liku-liku bagaikan jalan yang curam lagi licin. Syaithan dan balatentaranya tidak akan merasa senang melihat seorang manusia menapaki jalan ini.

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. 29:7)

Ketika seseorang melakukan proses pensucian diri dengan benar, hal ini akan menyebabkan jiwanya berproses menuju kesempurnaannya. Hawa nafsu dan syahwatnya yang asalnya liar, dengan rahmat Allah menjadi jinak, dan dapat menjadi kendaraan seorang manusia untuk beramal shalih, menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 12:53)

Dengan luruhnya noda-noda dosa yang menutupi qalbu, maka sedikit demi sedikit seorang hamba akan mampu menerima petunjuk langsung dari Sang Khalik. Ketika sang qalbu bersih dengan sebersih-bersihnya dari segala noda yang menutupinya, maka Ruhul Qudus akan menyala dalam dirinya.

Ruhul Qudus inilah adalah zat Allah yang ada dalam diri (qalbu) seorang manusia.

Berkata Wahab bin Munabbih, bahawasanya Rasulullah SAW telah bersabda: Allah Ta?ala telah berfirman : "Sesungguhnya semua petala langit dan bumi akan menjadi sempit untuk merangkul Zat-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul oleh qalbu seorang Mu'min." (HR. Ahmad)

Dari Ummu Salamah R.A, Rasulullah SAW bersabda : ?Apabila dikehendaki oleh Allah kebajikan pada seorang hamba, niscaya dijadikan-Nya orang itu memperoleh pelajaran dari qalbunya.? (HR. Abu Manshur Ad-Dailamy).

Dengan menyalanya Ruhul Qudus dalam qalbunya, hal ini mengakibatkan sang hamba menjadi citra Allah. Ia ridla kepada Allah dan Allah ridla kepadanya. Segala yang dilakukannya bukan lagi beradasarkan hawa nafsunya, tetapi merupakan tuntunan dari Allah. Rasa karsanya telah 'menyatu' dengan rasa karsa Allah Sawt. Ibnu Arabi membahasakan seorang yang Ruhul Qudusnya telah menyala sebagai orang yang telah 'Wahdatul Wujud' dengan Tuhannya. Hal ini pula yang diisyaratkan Nabi Muhammad Saw dalam hadits berikut:

"Dan tiada cara bertaqarub (mendekatkan diri) dari seorang hamba yang lebih Aku sukai melainkan melaksanakan hal-hal yang Kufardhukan. Namun hamba-Ku itu senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan hal-hal yang sunnah, sehinggapun Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi alat pendengarannya yang dengannya dia mendengar. Aku menjadi alat penglihatannya yang dengannya ia melihat. Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memukul dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku sungguh Aku akan kabulkan, dan jika ia memohon akan perlindungan-Ku, Aku akan melindunginya. [HR Bukhari] .
Wallahu a'lam bisshowab

Jumat, 13 September 2013

BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT



MERAIH KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT

1.       Bertauhid dgn benar & Membersihkan diri
·         Beriman / mentauhidkan Alloh dgn sebenar-benarnya. Tidak menyekutukan Alloh dgn sesuatu apapun / seseorang pun . Hidup dan matinya  hanya untuk Alloh jalla wajalla .
Firman Allah :"  Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah / mengabdi kepada-Ku. (Adz Dzaariyaat:56) “Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” ( Al- Anbiyaa’ :92 )  “Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( an-Nahl:74)  “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” ( Al-Anaam : 162 )"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (Al-A’laa:14)
·         Mengakui / Bertobat kpd Alloh robbal alamin dan meminta  ampunan atas semua dosa yg pernah dilakukan dr aqil baligh sampai saat ini. Kemudian membuktikan dgn perbuatan untuk tidak mengulanginya lagi.
Firman Allah : “Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “ ( at-taubah:104) “kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan[105] dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang” ( Al-baqara :160)
·         Memperbanyak amal ibadah lillahi ta’ala sesuai yg diperintahkan oleh Alloh SWT dan Rasolulloh SAW menuju proses kesucian lahir dan bathin.
Firman Allah :  “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” . ( Al-ashr :3 )“Bagi mereka (disediakan) darussalam (syurga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. “ ( Al-Anaam :127) " Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” ( al- Buruuj:11 )  “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).” ( As-Saba’:37)  “Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya” ( thaahaa:112)
·         Menyelesaikan semua urusan dan tanggung jawab yang masih belum terselesaikan.
Firman Allah :   Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” ( al-Baqarah:280)Hadist Nabi
"  Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:"Penangguhan (pembayaran hutang) orang kaya itu suatu kesesatan. Apabila seseorang di antara kamu hutangnya dipindahkan kepada orang yang mampu, hendaknya ia menerima."" Jangan menimbulkan ketakutan pada dirimu sendiri sesudah terasa olehmu keamanan (ketentraman). Para sahabat bertanya, "Apa yang menimbulkan ketakutan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Hutang." (HR. Ahmad)"  Hutang adalah bendera Allah di muka bumi. Apabila Allah hendak menghinakan seorang hamba maka diikatkan ke lehernya. (HR. Ahmad dan Al Hakim
2.       Bertakwa dan selalu bertawakkal kepada Allah

Firman Allah :
          “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” ( Ali ‘Imron ;102) 
     “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan” ( An- Nuur :52 )
         “Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku” ( An-Nahl :2) 
      “Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"( Yunus :31) 
      “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raaf:96) 
      “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq:2-3).
         “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Al-Imran: 159)
   "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". [Ath-Thalaq : 3]
3.       Belajar amanah
Belajar dgn pembuktian kpd Alloh agar dipercaya untuk menjadi orang yg amanah . Dari mulai amanah yg kecil  sampai yg besar. Dan menepati janji – janji.
     Firman Allah : “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). ( Al-Baqarah:40)
  Membuktikan dari yg terkecil untuk bertanggung jawab dalam mengemban amanah Ilahi
-   Menggunakannya dgn benar sesuai perintahNYA dan tidak menuruti hawa nafsu syaithan.
         “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”. (Qs. Al-Jatsiah [45]: 23).
- Membelajakan harta di jalan Alloh.
Firman Allah :  “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( Al _ Baqarah :261)  “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” ( al-Baqarah:195)
-  Menyampaikan sebagian kpd org2 yg berhak menerimanya. Mengikuti bimbingan Alloh kpd siapa saja amanah tsb hrs disampaikan.
Firman Allah :v  “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)
- Membantu kegiatan2 yg digunakan untuk di jalan Alloh.
-  Menggunakannya untuk hal2 yg bermanfaat dan tidak memberikan amanah tsb kpd org2  yg hanya akan menggunakannya untuk menuruti hawa nafsu atau berbuat maksiat.
4.       Memperbanyak silaturrahmi dan menyampaikan kebenaran serta Risalah Allah SWT.
Firman Allah :  “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).
  “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1).

Juga sabda Rasulullah Shallallahu'alahi Wasallam ,  Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
5.       Membebaskan belenggu
     Membebaskan belenggu jasad dari sifat kemalasan dan Bekerja dengan usaha yg maksimal dan tidak kenal putus asa. Jika mengalami kegagalan tidak boleh langsung menganggap Alloh tidak memperbolehkannya berusaha namun justru hrs membuktikan kpd alloh akan kesungguhan dan kerja keras kita .
  ”Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada Allah” [QS. Al-Qashshash : 73].
6.       Berprasangka yang baik kpd Alloh SWT dan selalu mensyukuri segala nikmat yg telah Alloh karuniakan. Dan dibuktikan rasa syukur tsb dgn amal perbuatan .
  Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [QS. Ibrahim : 7]. 
7.       Menghilangkan sifat meminta – minta. Meminta hanya kpd Allah yg Maha Rahman dan Rahim.
          Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
                  ا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ
      “Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun.” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725)
       “Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, Dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717)
      Firman Allah :  " Hanya Engkaulah yang kami sembah ( Allah), dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” ( al- Fatikhah :5 )
8.       Berbuat baik kepada kedua orang tua dan Ikut berjuang  membantu memelihara anak yatim piatu, memenuhi kebutuhan serta pendidikan agamanya.
"      Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (An-Nisaa’:36 )
9.        Terus berusaha dgn istiqomah dalam menyempurnakan keimanan dan menambah ketaqwaan untuk meraih ridlo Alloh. 
     “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
          “Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6).
   "  Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30).